Sabtu, 19 Oktober 2013

POIN PENTING PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN SUSU

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN SUSU
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Saat ini dunia telah dimudahkan oleh kemajuan teknologi khususnya bidang teknologi komputer dan sistem informasi. Hal ini memberikan efek tersendiri bagi dunia bisnis. Dengan adanya teknologi tersebut membuat dunia semakin terasa kecil dan dapat diakses melalui internet. Hal ini memudahkan setiap bisnis untuk dapat mengembangkan sayapnya secara global, membuat produk nya mudah dikenal oleh seluruh masyarakat dunia. Hal ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Dimana kita dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi secara eektif dan efisien. Notabene nya investasi pada TI untuk sebuah perusahaan memang merupakan suatu investasi yang tidak murah, namun hal ini setimbang dengan manfaat yang hendak akan diperolehnya. Dengan acuan investasi TI dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan enterprise / perusahaan  nya itu sendiri.
Adanya pemain lain dalam industri yang sama menuntut sebuah organisasi/perusahaan untuk selalu up-to-date dalam mengantisipasi setiap gerakan pesaingnya dalam hal apapun termasuk penerapan teknologi informasi dalam operasional bisnisnya. Ini adalah salah satu motif bagi setiap perusahaan untuk segera menerpakan teknologi informasi dalam perusahaan nya selain alasan efisiensi, dan penghematan biaya
Industri susu di Indonesia masih sangat terbuka lebar bagi setiap perusahaan yang bergerak dalam industri tersebut, hal ini dikarenakan pasar susu Indonesia masih sangat terbuka lebar, mngingat Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk trbesar keempat di dunia dan juga tingkat konsumsi susu di Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Beberapa pemain di Industri susu di Indonesia, antara lain PT Ultra Jaya Tbk. dengan merek susu Ultra, PT Frisian Flag Indonesia dengan merek susu Bendera, PT Sari Husada Tbk. dengan merek susu SGM, dan PT Japfa Comfeed Tbk. dengan dua merek, yaitu Yahuii dan Greenfields. PT Nestle Indonesia dengan merek Nestle, dan PT Indomilk dengan merekIndomilk.PT Frisian Flag Indonesia (FFI) memulai operasinya di Indonesia tahun 1971. FFI memproduksi dan memasarkan produk susu segala jenis, mulai dari susu bubuk, susu cair siap minum, hingga susu kental manis sebagai produk andalannya. PT. FFI merupakan bagian dari Grup Royal Friesland Foods (sebelumnya Friesland Coberco Dairy Foods) yang berkantor pusat di Belanda.Guna meningkatkan kompetensi serta menopang kebutuhan bisnisnya yang berkembang, khususnya di PT Frisian Flag Indonesia (PT.FFI), telah melakukan berbagai pembenahan di bidang TI.
1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui penerapan ERP pada PT.Frisian Flag Indonesia. Tujuan lainnya dari penulisan makalah ini adalah sebagai tugas individu pada mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Triwulan 1 Program Pascasarjana Magister Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (Enterprise Resource Planning)
Enterprises Resource Planning (ERP) bertindak sebagai tulang punggung lintas fungsi perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses internal dan sistem informasi dalam fungsi produksi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan dan sumberdaya manusia perusahaan (O’Brien, 2005).
Konsep ERP dikembangkan dengan  latar belakang pemikiran perlunya dilakukan aktivitas pengintegrasian proses secara lintas fungsi di dalam perusahaan agar dapat lebih resfonsif terhadap berbagai kebutuhan pelanggan atau “customer”. Aplikasi ERP adalah suatu paket piranti lunak (software) yang dapat memenuhi kebutuhan suatu perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya. Dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Dilibatkannya aplikasi atau software dalam konsep ERP adalah semata-mata karena perangkat teknologi tersebut dapat memberikan nilai tambah berupa : penghapusan proyek-proyek yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).
Beberapa faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam mengimplementasikan suatu aplikasi ERP yaitu :
1.Fitur
Piranti lunak yang tergolong aplikasi ERP secara umum dirancang supaya dapat memberikan solusi untuk perusahaan atau industri jenis apapun (horizontal solution). Namun, pada kenyataannya, setiap industri itu punya ciri khas tersendiri. Hal ini menyebabkan timbulnya fungsi-fungsi atau features di aplikasi yang spesifik untuk industri tertentu (vertical solution). Salah pengertian atau salah memilih berdasarkan faktor features akan menimbulkan kekacauan dan bahkan menghambat operasi perusahaan. Sesuai atau tidaknya fitur yang disediakan dapat di selidiki dari daftar konsumen yang telah memakai aplikasi ERP tersebut.
  1. Teknologi
    Pada pemilihan aplikasi ERP harus dilihat teknologi yang digunakan dibaliknya. Untuk mengetahui teknologi mana yang digunakan merupakan suatu tantangan bagi departemen MIS/EDP perusahaan calon pengguna, yang biasanya lebih ter-update dibanding dengan departemen lainnya. Faktor teknologi kadang terabaikan, karena perusahaan lebih fokus pada fitur.
  2. Sumber daya manusia
Secanggih apapun teknologi aplikasi ERP yang digunakan tetap saja belum sempurna seperti yang diharapkan manusia. Oleh karena itu, seberapa sukses pun aplikasi ERP yang dipilih dari luar negeri, di Indonesia belum tentu dapat berjalan jika tidak didukung oleh lokal support yang kuat. Pada saat ini di Indonesia telah ada beberapa vendor yang mulai mengembangkan aplikasi ERP lokal yang mengimplementasikan ”best practise process” yang berlaku bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, serta penyediaan support secara menyeluruh dari aplikasi ERP local yang  telah dikembangkan.Selain vendor, perusahaan-perusahaan tersebut juga dituntut untuk menyediakan sumber daya manusia yang terampil dalam melaksanakan proyek implementasi dalam perusahaan.
  1. Infrastruktur
    Infrastruktur dalam hal ini termasuk sistem pendukung untuk penerapan suatu proyek ERP.  Perusahaan tersebut harus dapat membedakan infrastuktur yang sekedarnya dengan yang benar-benar bisa diandalkan. Penerapan suatu aplikasi ERP merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Begitu dimulai sudah tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik kesempurnaannya. Yang ada hanyalah proses penyempurnaan yang tak akan berhenti.
Pada umumnya aplikasi ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji kesuksesannya, namun kesuksesan di negara lain belum tentu dapat menjadi jaminan bahwa aplikasi ERP tersebut akan dapat digunakan (suitable) bagi perusahaan di Indonesia karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dan dipikirkan dalam melakukan pemilihan penggunaan aplikasi ERP tersebut.
Sistem ERP dapat menghasilkan manfaat bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Menurut O’Brien (2005) manfaat dari penggunaan ERP antara lain:
  1. Kualitas dan efisiensi :ERP  menciptakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang menghasilkan peningkatan signifikan dalam kualitas serta efisiensi layanan pelanggan, produksi dan distribusi.
  2. Penurunan biaya :ERP bermanfaat dalam penurunan secara signifikan dalam biaya pemrosesan transaksi dan hardware, software serta karyawan pendukung IT, jika dibandingkan dengan sistem yang tidak terintegrasi sebelumnya.
  3. Kelincahan perusahaan :Implementasi sistem ERP dapat meruntuhkan banyak dinding departemen dan fungsi atau “benteng” berbagai proses bisnis, sistem informasi dan sumberdaya informasi. Sehingga menghasilkan struktur organisasi, tanggung jawab manajerial dan peran kerja yang lebih fleksibel. Akibatnya organisasi perusahaan dan tenaga kerja menjadi lebih lincah dan adaptif.
Manajemen Hubungan Pelangggan (Customer Relationship Management/CRM)
Customer relationship management (CRM) adalah sebuah sebuah sistem yang dapat membantu mereka yang menjalankan bisnis yang berfokus pada pelanggan. CRM menggunakan teknologi informasi untuk membuat  lintas fungsi dalam perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomasisasi dalam proses layanan pada pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang berinteraksi dengan pelanggan perusahaan. Sistem CRM juga menciptakan kerangka kerja TI software serta database yang dijalankan melalui web, yang mengintegrasikan proses-proses ini denga operasi bisnis perusahaan lainnya, dan mendukung kerjasama antara perusahaan dengan pelanggan serta mitranya (O’Brien, 2005).
Sistem CRM meliputi sekelompok modul software yang memberi berbagai alat yang membantu perusahaan dan para karyawannya memberikan layanan cepat, dapat diandalkan, dan kosisten  ke para pelanggannya. Siebel System, Oracle PeopleSoft, SAP AG, Epiphany adalah beberapa penjual utama software CRM (O’Brien, 2005)..
Software CRM dapat membantu para praktisi penjualan, pemasaran dan layak untuk menangkap serta menelusuri data yang relevan mengenai setiap kontak yang sudah lewat atau direncanakan dengan para pelanggan atau calon pelanggan. Informasi ditangkap dari semua titik persinggungan, seperti telepon, faks, email, situs web perusahaan toko ritel, kios, dan kontak personal. Sistem CRM menyimpan data tersebut dalam database umum untuk pelanggan yang mengintegrasikan semua informasi rekening pelanggan serta membuatnya tersedia di seluruh perusahaan melalui internet, internet atau hubungan jaringan lainnya untuk aplikasi penjualan, pemasaran, layanan, dan aplikasi CRM lainnya (O’Brien, 2005).
Sistem CRM memberikan para staf penjualan alat software dan sumber data perusahaan yang mereka butuhkan untuk mendukung serta mengelola aktifitas penjualan mereka, dan mengoptimalkan penjualan silang dan peningkatan tawaran penjualan untuk penjualan. Contohnya meliputi prospek penjualan dan informasi produk, konfigurasi produk, dan kemampuan pembuatan daftar penjualan. CRM juga memberi mereka data akses real-time ke satu tampilan umum atas pelanggan, hingga memungkinkan mereka memeriksa semua aspek dari status rekening pelanggan dan sejarahnya, sebelum menjadwalkan panggilan telepon untuk penjualan mereka. Contohnya, sistem CRM akan memperingatkan staf penjualan sebuah bank untuk menelpon nasabah yang melakukan penyimpanan besar, agar dapat menjual layanan kredit utama atau investasi. Atau, sistem tersebut akan memperingatkan seorang tenaga penjualan atas layanan yang belum terpenuhi, masalah pengiriman atau pembayaran, yang dapat diatasi melalui hubungan personal dengan pelanggan (O’Brien, 2005).
Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management/SCM)
Manajemen Rantai Pasokan adalah sistem antar perusahaan lintas fungsi yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung serta mengelola berbagai hubungan antara beberapa proses bisnis utama perusahaan dan dengan pemasok, pelanggan, serta para mitra bisnis. Tujuan dari SCM adalah untuk menciptakan jaringan yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah, atau disebut rantai pasokan, untuk membuat produk perusahaan beranjak dari konsep menuju pasar (O’Brien, 2005).
Membuat infrastruktur SCM real-time adalah isu yang menakutkan dan terus-menerus tampak serta sering kali merupakan sumber kegagalan, untuk beberapa alasan. Alasan utama adalah perencanaan, pemilihan, dan implementasi solusi SCM menjadi makin rumit ketika gerak perubahan teknologi makin cepat dan jumlah mitra perusahaan meningkat. Mengembangkan sistem SCM yang efektif terbukti merupakan aplikasi teknologi informasi yang rumit dan sulit bagi operasi bisnis. Jadi, mencapai tujuan pembentukan nilai bisnis dan nilai pelanggan dalam manajemen rantai pasokan, telah menjadi tantangan besar bagi kebanyakan perusahaan (O’Brien, 2005). Berikut ini adalah beberapa penyebab masalah dalam manajemen rantai :
-            Kurangnya pengetahuan perencanaan permintaan yang memadai, alat, dan petunjuk adalah sumber utama kegagalan SCM.
-            Perkiraan yang tidak akurat atau yang terlalu optimis akan menyebabkan masalah besar dalam produksi persediaan, dan masalah bisnis lainnya, seberapa pun efisiennya bagian lain dari proses manajemen rantai pasokan tersebut dibentuk.
-            Data produksi, persediaan, dan data bisnis lainnya yang tidak akurat dan disediakan oleh sistem informasi perusahaan yang lainnya sering kali merupakan penyebab masalah SCM.
-            Kurangnya kerjasama yang memadai di antara departemen pemasaran, produksi, dan manajemen persediaan dalam perusahaan, dan dengan para pemasok, distributor serta pihak lainnya, akan menggagalkan sistem SCM mana pun.
-            Bahkan alat software SCM itu sendiri dianggap kurang matang, tidak lengkap, dan sulit diimplementasikan oleh banyak perusahaan yang memasang sistem SCM.
Teknologi Informasi dan Supply Chain Management
Supply Chain Management adalah manajemen dalam hubungan organisasi dimana setiap organisasi mempunyai jalur hubungan dengan lainnya secara upstream maupun downstream dengan proses yang berbeda untuk menghasilkan nilai dalam bentuk barang atau jasa untuk konsumen.
Menurut Simchi-Levi (2003) Tujuan dari teknologi informasi dalam SCM adalah :
  • Menyediakan informasi yang berguna dan nyata
  • Memungkinkan untuk kontak data tunggal
  • Memberikan keputusan berdasarkan total informasi supply chain
  • Memungkinkan kerjasama dengan supply chain partner
2.4. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems)
Transaction processing system adalah sistem yang menjadi pintu utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. Sistem yang ber-interaksi langsung dengan sumber data (misalnya pelanggan) adalah sistem pengolahan transaksi, dimana data transaksi sehari-hari yang mendukung operasional organisasi dilakukan. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi, misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen, atau kebutuhan sistem informasi eksekutif (O’Brien, 2005).
Ada empat tugas utama transaction processing system, yaitu :
  1. Pengumpulan data : setiap organisasi yang ber-interaksi langsung dengan lingkungannya dalam penyedia jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yang mengumpulkan data transaksi yang bersumber dari lingkungan.
  2. Manipulasi data : data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulu sebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasi atau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi.
  3. Penyimpanan data : data transaksi harus di simpan dan dipelihara sehingga selalu siap memenuhi kebutuhan para pengguna.
  4. Penyiapan dokumen : beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk memenuhi keperluan unit-unit kerja dalam organisasi.
2.5. Sistem Kerjasama Perusahaan/Enterprise Collaboration system (ECS)
ECS adalah sistem informasi lintas fungsi yang meningkatkan komunikasi, koordinasi, dam kerja sama antar anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Teknologi informasi, terutama teknologi Internet, memberikan berbagai alat untuk membantu kita bekerja sama, untuk mengomunikasikan berbagai ide, berbagai sumber daya, dan mengoordinasikan usaha kegiatan kerja sama kita sebagai anggota dari proses formal dan informal, tim proyek, dan kelompok kerja yang membentuk organisasi saat ini (O’Brien,2005). Jadi, tujuan utama dari sistem kerja sama perusahaan adalah untuk memungkinkan kita bekerja secara lebih mudah dan efektif dengan membantu untuk :
-       Berkomunikasi : Berbagai informasi satu sama lain.
-       Berkoordinasi : Mengoordinasikan usaha kegiatan individual kita dan menggunakan berbagai sumber daya bersama yang lainnya.
-       Bekerja sama : Bekerja sama secara kooperatif dalam proyek dan penugasa bersama.
BAB III
PEMBAHASAN
 3.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Frisian Flag Indonesia (FFI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan susu di Indonesia yang berada di bawah lisensi Royal Friesland Campina, Belanda. Dengan perjalanan sejarah lebih dari 88 tahun di Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia adalah pemimpin pasar di industri susu Indonesia yang berkomitmen untuk memproduksi produk susu berkualitas terbaik dan bernutrisi tinggi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dan mitra usahanya. Semua ini dimulai di tahun 1922 dengan merk susu ”Friesche Vlag” atau yang lebih dikenal sebagai Susu Bendera diimpor dari Cooperative Condensfabriek Friesland di Belanda, yang kemudian berubah nama menjadi Royal Friesland Foods.
Salah satu pengembangan Royal Friesland Foods adalah didirikannya PT Friesche Vlag Indonesia pada tahun 1969. Perusahaan ini berdiri dengan status penanaman modal asing dari Belanda dan memulai kegiatan usahanya dengan memasarkan produk-produk susu yang diimpor dari sana. Setelah sekian tahun mengimpor susu, pada tahun 1972 PT FVI memulai produksi lokalnya dengan produk komersial pertama berupa susu kental manis (SKM).
PT Frisian Flag Indonesia menjalin kerja sama sinergi internasional dengan Royal Friesland Coberco Dairy Foods yang sekarang dikenal dengan nama Friesland Foods. Saham perusahaan ini dimiliki oleh PT Mantrust sebagai pihak nasional dan Friesland Foods dari Leeuwarden, Belanda. Untuk lebih meningkatkan kapasitas produksinya maka pada tahun 1976 perusahaan ini mengambil alih PT Foremost Indonesia yang juga merupakan produsen susu kental manis. Dalam perkembangannya, perusahaan ini mulai memproduksi susu bubuk pada tahun 1979, dan di bidang susu cair pada tahun 1991. PT FVI kemudian berubah nama menjadi PT Frisian Flag Indonesia (FFI) pada tahun 2002. Pada tahun 2008, perusahaan ini melakukan merger dengan perusahaan Campina dan membentuk organisasi kooperatif dengan nama Royal FrieslandCampina.
PT FFI merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO 9001/9002 dan disempurnakan dengan ISO 14001. Proses produksi susu di PT FFI menggunakan teknologi mutakhir dan praktek sterilisasi terbaik dari awal hingga akhir untuk menghindari kontaminasi dalam proses produksinya sehingga menerima GMP Award (Good Manufacturing Practices). Perusahaan ini juga memperoleh OHSAS (Occupational Health & Safety Advisory Services) serta menerapkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan memiliki mutu dan kemasan yang terjamin.PT. Frisian Flag Indonesia memiliki 2 pabrik di Pasar Rebo (berdiri tahun 1969) dan Ciracas (berdiri tahun 1973) dan memiliki 1500 karyawan yang tersebar pada cabang-cabang di seluruh Indonesia.
Visi
Untuk menjadi merk pemimpin dalam bidang nutrisi berbahan dasar susu
dengan produk-produk dan format produk yang terjangkau untuk pelanggan
diseluruh di Indonesia.
Misi
  1. Menjadi no 1 dalam pasar susu secara keseluruhan.
  2. Menstimulasi konsumsi produk susu secara aktif dan mencapai pertumbuhan yang lebih cepat dibidang-bidang penting pada pasar produk susu dibandingkan dengan para competitor di bidang tersebut.
  3. Memperkuat posisi” merek yang disukai” dipikirkan oleh pelanggan susu diseluruh Indonesia.
  4. Mempunyai karyawan yang berkompetisi dan berdedikasi di semua tingkat dan memiliki succession planning untuk memastikan agar perusahaan dapat terus berkembang.
 3.2  Analisa Divisi Information and Communication Tehnology (ICT)
Sebagai faktor kesuksesan bagi perkembangan perusahaan dengan menyediakan infrastruktur dalam divisi yang stabil, aman, dan dapat diandalkan, divisi ICT menyediakan tenaga pembantu teknis dan fungsional yang handal guna membantu pengguna untuk masuk, menyimpan secara sentral dan mengakses data secara efisien. Hal ini sangat penting karena divisi ICT PT. Frisian Flag Indonesia yang berada di Pasar Rebo mengatur seluruh plant yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua ini diupayakan untuk mempermudah komunikasi dari jaringan sentral ICT di Pasar Rebo dengan plant Ciracas dan dengan cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
3.3 SAP (System Application Product)
SAP adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung perusahaan ini dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software Enterprise Resource Planning (ERP), yaitu suatu perangkat IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktifitas sehari-hari. SAP ini terdiri dari beberapa modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan sartu dengan yang lainnya. Semua modul dalam aplikasi SAP dapat bekerja secara terintegrasi satu sama lain. Sistem SAP ini dikembangkan dengan tujuan untuk mengintegrasikan rangkaian proses bisnis yang dijalankan PT.Frisian Flag Indonesia. Sistem ini menjalankan satu database yang memungkinkan banyak departemen untuk berbagi informasi dan berkomunikasi satu sama lain.
 3.3 Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning)
Selama ini PT. Frisian Flag Indonesia megimplementasikan Prism sebagai sistem back office yang dipakai untuk penjadwalan produksi ataupun purchasing order. Akan tetapi PT.FFI tidak mengimplementasikan modul Material Resources Planning (MRP), sehingga monitoring pengadaan barang harus dicek langsung oleh user ke sistem, setelah itu user dari bagian pengadaan memutuskan kapan pengadaan bahan mentahnya harus dilakukan.
Sementara itu, untuk keperluan logistik hingga transportasi ditambahkan submodul tersendiri ke dalam Prism. Untuk memperoleh pelaporan, semua data harus dipindahkan ke aplikasi keuangan yang dipakai FFI. Untuk menggabungkan pelaporan dan sejumlah simulasi yang dianggap penting seperti manajemen akuntansi harus dikonversi ke format spreedsheet. Sementara sistem yang ada cenderung untuk melakukan pencatatan, ketimbang proses pengolahan yang lebih kompleks. Akibat belum terintegrasinya sistem secara otomatis tersebut, beragam persoalan pun muncul. Mulai dari pengadaan, produksi, hingga pengiriman dan penjualan produk. Sharing informasi tidak berjalan mulus dan perencanaan kolaborasi pun terhambat, padahal masalah kecepatan dan ketepatan data dalam informasi yang hendak disajikan merupakan sesuatu yang sangat penting. Tanpa sistem yang terintegrasi dan otomatis, tidak mungkin dapat disajikan informasi yang sangat cepat, begitu pula penyusunan laporan dan simulasi prediksi untuk jangka waktu tertentu tidak mudah dillakukan.
untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan yang terkenal dengan merek susu bendera ini berinisiatif untuk mengaplikasikan electronic-Supply Chain Management (e-SCM) yang berjalan paralel dengan ERP. Tahap awal penerapan e-SCM di FFI dipararelkan dengan penerapan ERP, tujuannya untuk mendapatkan beberapa keuntungan pada saat yang bersamaan. Secara logika e-SCM membutuhkan dukungan ERP, baik dalam hal akurasi data maupun proses bisnis yang teruji.
Pembenahan dan moderenisasi sistemm di FFI mulai dilakukan pada tahun 2003. Ini sejalan dengan penggabungan (merger) ketiga unit usaha yakni FFI, Foremost Indonesia, dan Tesori Mulia. Kesempatan itu tidak hanya digunakan untuk mengonsolidasikan aplikasi bisnis yang digunakan tetapi juga infrastrukturnya, mulai dari sever, jaringan, fasilitas e-mail dan infrastruktur TI lainnya. Tim TI juga membentuk unit help-desk untuk melayani user dengan menggunakan aplikasi yang dibangun sendiri, dan untuk mengenalkan kolaborasi diantara user diadakan perlombaan desain internet antar departemen dalam FFI. Selain itu, dilakukan pula pengembangan dan penerapan sistem secondary sales berbasis web untuk sekitar 150 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia. Terutama pada cabang-cabang yang menggunakan fasilitas Multi Protocol Label Switching (MPLS). Dan redundansi tidak hanya dilakukan pada Local Area Network (LAN), tetapi uga antara cabang dan kantor pusat. Dengan begitu jika ada gangguan pada salah satu koneksi, secara otomatis perangkat switch over akan bekerja. Karena perusahaan ini menggunakan dua network yang berbeda, supaya tidak ada interupsi akibat terputusnya koneksi. Fasilitas remote acces diberikan FFI kepada kalangan mobile user. Sementara itu untuk meningkatkan keamanan jaringan, selain menggunakan virtual Private Network (VPN), juga diterapkan token card seperti yang lazim di gunakan pelaku transaksi e-banking.
Selanjutnya pada tahun 2005 FFI mulai mengimplementasikan sebuah sistem ERP baru (yakni SAP) untuk menggantikn Prism. Tahap awal impelementasi dilakukan pada fungsi SDM dengan modul struktur organisasi, personalia, time management dan payroll. Kemudian secara regional diterapkan secara bersama-sama modul penjualan, distribusi, produksi, finansial, dan lainnya. Persiapan yang matang, komitmen manajemen, dan partisipasi aktif karyawan membuat implementasi sistem ini berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa fungsi seperti Secondary Sales dan Plant Maintenance yang masih dilakukan dengan tidak menggunakan ERP ini. Aplikasi –aplikasi tersebut tentunya perlu didukung infrastruktur yang memadai. Antara lain : firewall, switch, wireless dan network device lainnya dengan menggunakan Cisco, serta server dan workstation yang andal. Bahkan untuk mendukung kelangsungan bisnis nya di bangun pula sistem disaster recovry. Aplikasi ini mempunyai sarana pendukung supaya aplikasi kritikal tetap berjalan jika terjadi ancaman yang berbentuk bencana di kantor pusat. Sebelum menerapkan ERP, perusahaan telah melakukan persiapan dengan melengkapi master data pemasok, pelanggan, hingga material. Begitupula dengan data pendukung, seperti lead time, safety stock, order point, delivery window tie, dan informasi lainnya.
Penerapan sistem ERP baru tersebut memang melibatkan banyak pihak, baik internal perusahaan seperti departemen logistik, penjualan, keuangan dan TI. Maupun mitra usaha seperti logistik, provider, perusahaan transportasi, distributor, key account, dan pihak lainnya. Untuk pertukaran data secara elektronis antara sistem FFI dan para logistic provider dipakai aplikasi middleware (EAI). Alur proses dari FFI ke logistik provider ini meliputi : pengiriman produk jadi (finished goods) dari pabrik ke main distribtor center ( MDC), lalu dari MDC ke gudang cabang, dan seterusnya hingga ada bukti penerimaan barang dari pelanggan. Pada tahap ini pula diterapkan sistem bar code pada barang jadi dengan demikian setiap bagian produksi menghasilkan barang jadi, secara otomatis dihasilkan pula label bar code yang ditempelkan di setiap valet barang jadi. Hal ini mengurangi proses entry data, sehingga mempercepat proses dan meningkatkan akurasi, terutama saat mengirimkan barang dari pabrik ke MDC. 
Tujuan dan Manfaat ERP
Tujuan penggunaan ERP bagi PT.FFI adalah : (1). Untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan yang terus berkembang; (2) menyajikan data yang konsisten dan akurat sehingga meningkatkan visibilitas bisnis dan kemudahan dalam pengambiln keputusan; (3) mengintegrasikan informasi diantara kantor dalam jaringan PT.FFI; (4) mempermudah dalam fungsi produksi, akuntansi, serta penjualan perusahaan. Sedangkan manfaat yang diperoleh yaitu efisiensi, penghematan biaya dan hubungan mitra yang kuat, transaksi sudah bisa dilakukan secara online dan real time, dan perusahaan dapat terhubung dengan 150 distributor melalui web.
 BAB IV
PENUTUP
 4.1 Kesimpulan
PT.Frisian Flag Indonesia dalam menjalankan operasional dan fungsional bisnisnya telah menerapkan suatu sistem TI guna mengintegrasikan keseluruhan proses bisnisnya guna mengefektifkan dan mengefisiensikan operasionalnya. Pada awalnya FFI mengimplementasikan Prism sebagai sistem back office nya. Akan tetapi belum mengimplementasikan modul MRP(material resources planning).
  • Pada tahun 2003 FFI telah melakukan pembenahan sistem. Tim TI membentuk unit help-desk.
  • Pada tahun 2005 FFI mengimplementasikan sistem ERP baru yaitu menggunakan SAP untuk menggantikan Prism.
  • Adapun kegiatan kerjasama FFI dengan mitra bisnis nya (terutama kalangan account seperti hypermarket dan supermarket), FFI menerapkan sistem collaborative Planning, Forecsting and Replenishment (CPFR). Tentu saja, proses integrasinya dilakukan bertahap untuk masing-masing mitra usaha. Di tahap awal di fokuskan pada key account besar, seperti carrefour dan Giant.
DAFTAR PUSTAKA
www.frieslandfoods.com [diakses  20 September 2012]
O’Brien, James. 2005. Management Infromation System: Managing Information Technology in the Internetworked Enterprise. Fifth Edition. McGraw-Hill.


Jumat, 18 Oktober 2013

3. Elemen lingkungan adalah organisasi / individu yang berada di luar perusahaan dan mempunyai pengaruh langsung / tidak langsung pada perusahaan. Sebut dan jelaskan elemen-elemen lingkungan manakah yang dapat secara mudah berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan transmisi elektronik

1.       Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha.


1. Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.

2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.

3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.

2. 5 bentuk sumber yang dikelola oleh seorang manajemen

1.       Lima bentuk sumber yang dikelola seorang manajemen :
> Manusia
> Material
> Mesin
> Uang
> Informasi

Penjabaran:

1. Manusia = Manusia berperan penting dalam proses pengeolalaan Manajemen, karena disinilah titik tonggak pengolahan Informasi yang akan disampaikan dan diatur dalam sebuah proses manajemen pada suatu perusahaan atau instansi tertentu.

2. Material = Material merupakan salah satu sumber yang bisa dikelola seorang Manajer untuk dijadikan barang modal yang akan di proses dalam sistem informasi manajemen ataupun perusahaannya sendiri untuk ditransaksikan.

3. Mesin = Merupakan salah satu sumber penghasilan dan penyempurnaan dari material yang sudah diolah dan bisa menjadikan sebuah alat yang bisa mendatangkan keuntungan dari hasil proses dan transaksi yang dilakukan. dan bisa membantu dalam kelancaran proses kegiatan dalam sebuah perusahaan.

4. Uang = Merupakan Modal yang sangat penting dalam menunjang aktivitas dan keseimbangan proses manajemen yang diterapkan serta menjadi sebuah sarana penting dalam sebuah perusahaan.


5. Informasi = Merupakan data data yang perlu disimpan dan diolah karena sangat penting, setiap Informasi yang masuk perlu diolah dan didistribusikan kepada 4 titik point penting seperti yang dijelaskan diatas, sebagai contoh informasi pangsa pasar dan pendisitribusian barang yang akan menjadi sangat fatal jika ditanggapi dengan salah.

1. definisi informasi dan kebutuhan informasi yang sangat mendasar bagi suatu perusahan dalam mengembangkan dan contoh perusahaannya

1      Pengertian informasi atau definisi informasi adalah data yang diolah dan dibentuk menjadi lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya . Informasi merupakan pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan keterangan atau pengetahuan . Maka dengan demikian sumber informasi adalah data . Data adalah kesatuan yang menggambarkan suatu kejadian atau kesatuan nyata .
Kebutuhan Informasi didasarkan pada, antara lain  :
# Untuk kegiatan aktivitas organisasi yang semakin kompleks .
# Untuk mengontrol operasional beberapa organisasi .
# Kegiatan bisnis yang semakin meningkat dan kompleks .
Contoh : Pada perusahaan mie instant Indofood yang memiliki lebih dari 1000 pabrik dan   tersebar diseluruh Indonesia tidak dapat mengamati unsur fisik (penjual, karyawan, pelanggan, dsb) secara langsung. Manajer akan menggunakan tampilan laporan sebagai informasi untuk mengetahui keberadaan perusahaan dan pabrik. Dengan demikian informasi merupakan sumber yang paling penting bagi seorang manajer.

Kamis, 20 Juni 2013

Steve Jobs. 10 Trik Presentasi

Khas gaya presentasi Steve Jobs 'mengubah permainan untuk orang lain. Presentasi Macworld Nya sebagai penting bagian dari merek sebagai nya toko-toko Apple licin atau teknologi itu sendiri. Nama lain presenter perusahaan yang pidato membawa arti yang sama memimpin-up antisipasi. Tampak sederhana, presentasi Jobs menunjukkan perintah ahli dari theatrecraft, mendongeng dan decluttering.
Berikut adalah 10 tips yang berguna dari sekolah Jobs Steve presentasi ..
1. Gairah untuk subjek Jobs adalah seorang pria yang sedang menjalankan misi. Dia terkenal headhunted Pepsi bos John Sculley dengan baris "Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda menjual air gula, atau apakah Anda ingin mengubah dunia? "gairah itu datang di dalam presentasi nya. Anda bisa melihatnya di matanya.
2. Jangan menulis dengan perangkat lunak presentasi Jobs akan sketsa aliran presentasinya tua-sekolah, dengan menggunakan analog pena / teknologi kertas. Ia diplot elemen cerita penting seperti penulis naskah film.
Menyiapkan karakter, menciptakan drama, mengungkapkan produk sebagai pahlawan. Hanya ketika cerita itu terkunci dalam akan mereka membuat presentasi grafis.
3. Tidak ada jargon digunakan Jobs tidak ada klise yang menggoda pidato perusahaan, khususnya di bidang IT. Tidak "Solusi kelas enterprise mulus". Tidak ada "best of breed". Hanya obrolan percakapan dengan cara apapun manusia normal akan berbicara. Pesan bawah sadar: mudah untuk orang-orang sehari-hari menggunakan produk ini.
4. Tetapi jelaslah poin Bullet kekacauan adalah cara benar-benar didiskreditkan berkomunikasi dengan penonton. Sekarang seperti meminta seseorang untuk menghafal daftar belanja. Sial, lupa susu! Grafis Jobs 'yang digunakan satu titik pendek pada waktu, bekerja sama dengan foto berkualitas, yang terus penonton fokus dan memungkinkan pesan meresap Tidak pernah bar hadir logo, acara sertifikasi, swooshes atau kekacauan lainnya.
5. Jangan takut untuk membuat musuh Ketika Jobs meluncurkan iPad, ia dibingkai argumen dengan memulai dengan Netbooks: "hanya PC murah yang tidak melakukan apa-apa dengan baik". Banyak orang akan memberitahu Anda bahwa semua negatif pesan yang buruk. Saran itu, meskipun bermaksud baik, hanya salah. Jika produk Anda adalah solusi untuk masalah, Anda sebaiknya menguraikan dengan jelas betapa menjengkelkan masalah itu.
6. Dimengerti instan presenter bisnis rata-rata Anda akan mengumumkan Macbook Air dengan slide membual "Akhirnya, solusi laptop yang hanya 17mm mendalam pada titik terlebar!" Yawn. Jobs berjalan di atas panggung dengan amplop manila bisnis ramping dan menarik laptop dari itu. Brilliant showbiz. Belum lagi terjangkau props anggaran. Setiap fakta dibuat hidup. "16GB" membosankan. "8.000 lagu" menakjubkan.
7. Tidak ada Lecterns podium adalah penghambat komunikasi, dan menyebabkan kusam, presentasi statis. Dengan membolos podium dan catatan, Jobs mampu menyajikan dengan cara yang menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan penonton.
8. Latihan Epic Alasan presentasi Jobs tampak begitu mudah adalah upaya besar ia dimasukkan ke dalam balik adegan. Maniak rinci terkenal, ia akan menghabiskan dua hari berlatih pidato Macworld dengan di-rumah penonton, fine-tuning, pemangkasan kelebihan detail, menyempurnakan timing slide, merasa nyaman dengan setiap gerakan.
9. Sebuah panggung khas terlihat Apple panggung terlihat selalu konsisten. Anda bisa melihat foto dari sebuah panggung kosong tanpa logo dan masih tahu siapa acara itu, hanya dari tata letak warna, font dan panggung. Apple panggung terlihat memiliki kesederhanaan Zen untuk mencocokkan produk mereka. Konstan bahkan Jobs skivvy-dan-Ayah-jins tampak mengatur Apple terpisah dari dunia usaha.
10. Jangan takut layar kosong Jika tidak ada visual yang berjalan dengan kata-kata pada setiap titik, pergi ke kosong layar. PowerPoint pengguna dapat melakukan ini dengan menekan tombol B. Hal ini menciptakan fokus yang kuat pada Anda, presenter, tanpa gangguan. Ketika gambar kembali, mereka memiliki dampak yang lebih. 

http://dwilestarisubiyanti.blogspot.com/2013/04/steve-jobs-10-trik-presentasi.html#more

Steve Jobs Vision

Steve Jobs
Co-founder Apple Computer Inc
 Didirikan: 1976
 
“Kami mulai mendapatkan komputer di tangan orang-orang sehari-hari, dan kami berhasil melampaui impian terliar kami.”-Steve Jobs
 
 
Visi Steve Jobs ‘dari “komputer untuk sisa dari kita” memicu revolusi PC dan membuat Apple ikon bisnis Amerika. Tapi di suatu tempat di sepanjang jalan, visi Jobs mendapat mendung – beberapa mengatakan oleh egonya – dan ia digulingkan dari perusahaan yang ia membantu mendirikan. Beberapa akan setuju bahwa Jobs memang menghambat pertumbuhan Apple, namun tanpa dia, perusahaan kehilangan orientasi, dan semangat kepeloporan. Setelah hampir 10 tahun jatuh penjualan, Apple beralih ke pendiri visioner untuk bantuan, dan sedikit lebih tua, Jobs sedikit lebih bijaksana rekayasa salah satu perputaran yang paling menakjubkan dari abad ke-20.
 
Mengadopsi anak seorang Mountain View, California, masinis, Steve Jobs menunjukkan minat awal dalam elektronik dan gadget. Sementara di SMA, ia berani disebut Hewlett-Packard co-pendiri dan presiden William Hewlett untuk meminta bagian untuk proyek sekolah. Terkesan dengan Jobs, Hewlett tidak hanya memberinya bagian, tetapi juga menawarkan dia magang musim panas di Hewlett-Packard. Di sanalah Jobs bertemu dan berteman dengan Steve Wozniak, seorang insinyur muda lima tahun lebih tua darinya dengan kecenderungan untuk bermain-main.
 
Setelah lulus dari sekolah tinggi, Jobs terdaftar di Reed College tetapi drop out setelah satu semester. Dia telah menjadi terpesona oleh spiritualisme Timur, dan ia mengambil pekerjaan paruh waktu mendesain video game untuk Atari untuk membiayai perjalanan ke India untuk belajar budaya Timur dan agama.
 
Ketika Jobs kembali ke AS, ia memperbarui pertemanannya dengan Wozniak, yang telah mencoba untuk membangun sebuah komputer kecil. Untuk Wozniak, itu hanya hobi, tetapi Jobs visioner memahami potensi pemasaran alat tersebut dan meyakinkan Wozniak untuk masuk ke bisnis dengan dia. Pada tahun 1975, Jobs 20 tahun dan Wozniak mendirikan toko di garasi Jobs ‘orang tua’, dijuluki Apple ventura, dan mulai bekerja pada prototipe Apple I. Untuk menghasilkan $ 1350 modal mereka digunakan untuk memulai Apple Steve Jobs menjual Volkswagen mikrolet, dan Steve Wozniak menjual nya kalkulator Hewlett-Packard.
 
Meskipun Apple I dijual terutama untuk penggemar, itu dihasilkan cukup uang untuk memungkinkan Jobs dan Wozniak untuk meningkatkan dan memperbaiki desain mereka. Pada tahun 1977, mereka memperkenalkan Apple II – komputer pribadi pertama dengan grafis warna dan keyboard. Dirancang untuk pemula user-friendly Apple II adalah sukses luar biasa, mengantarkan era komputer pribadi. Penjualan tahun pertama mencapai $ 3 juta. Dua tahun kemudian, penjualan membengkak menjadi $ 200 juta.
 
Tapi pada tahun 1980, Apple bersinar mulai luntur. Meningkatnya persaingan dikombinasikan dengan kurang dari bintang penjualan dari Apple III dan tindak-up, LISA, menyebabkan perusahaan kehilangan hampir setengah pasar ke IBM. Dihadapkan dengan penurunan penjualan, Jobs memperkenalkan Apple Macintosh pada tahun 1984. Komputer pribadi pertama yang memiliki fitur antarmuka grafis pengguna dikendalikan oleh mouse, Macintosh adalah sebuah terobosan yang benar dalam hal kemudahan penggunaan-. Namun pemasaran di balik itu adalah cacat. Jobs telah melakukan berbagai persiapan Mac sebagai komputer rumah, tapi pada $ 2.495, itu terlalu mahal untuk pasar konsumen. Ketika penjualan konsumen gagal mencapai proyeksi, Jobs mencoba pitching Mac sebagai komputer bisnis. Tetapi dengan sedikit memori, tidak ada hard drive dan tidak ada kemampuan jaringan, Mac hampir tidak ada fitur perusahaan Amerika inginkan.
 
Untuk Jobs, keadaan ini terbilang masalah serius. Dia bentrok dengan dewan direktur Apple dan, pada tahun 1983, digulingkan dari papan dengan CEO John Sculley, yang Jobs telah dipilih sendiri untuk membantunya menjalankan Apple. Dilucuti kekuasaan dan kontrol, Jobs akhirnya menjual sahamnya saham Apple dan mengundurkan diri pada tahun 1985.
 
Belakangan tahun itu, dengan menggunakan sebagian uang dari penjualan saham, Jobs meluncurkan NeXT Computer Co, dengan tujuan membangun sebuah komputer terobosan yang akan merevolusi penelitian dan pendidikan tinggi. Diperkenalkan pada tahun 1988, komputer NeXT membual sejumlah inovasi, termasuk kecepatan pemrosesan terutama cepat, grafis yang luar biasa dan optical disk drive. Tapi harga $ 9950, NeXT terlalu mahal untuk menarik penjualan cukup untuk menjaga perusahaan tetap berjalan. Tidak terpengaruh, Jobs beralih fokus perusahaan dari perangkat keras ke perangkat lunak. Dia juga mulai lebih memperhatikan bisnis lain, Pixar Animation Studios, yang ia beli dari George Lucas pada tahun 1986.
 
Setelah memotong kontrak tiga gambar dengan Disney, Jobs berangkat untuk membuat pertama kalinya film animasi komputer. Empat tahun dalam pembuatan, “Toy Story” adalah smash hit bersertifikat ketika dirilis pada bulan November 1995. Dipicu oleh kesuksesan ini, Jobs mengambil Pixar publik pada tahun 1996, dan pada akhir hari pertama perdagangan, saham 80 persen-nya perusahaan itu bernilai $ 1 miliar. Setelah hampir 10 tahun berjuang, Jobs akhirnya memukulnya besar. Tapi yang terbaik adalah belum datang.
 
Dalam beberapa hari kedatangan Pixar di pasar saham, Apple membeli NeXT seharga $ 400 juta dan re-ditunjuk Jobs kepada dewan direktur Apple sebagai penasehat ketua Apple dan CEO Gilbert F. Amelio. Itu adalah tindakan putus asa dari pihak Apple. Karena mereka telah gagal untuk mengembangkan sebuah sistem operasi Macintosh generasi berikutnya, saham perusahaan dari pasar PC telah turun menjadi hanya 5,3 persen, dan mereka berharap bahwa Jobs bisa membantu mengubah perusahaan sekitar.
 
 Pada akhir Maret 1997, Apple mengumumkan kerugian kuartalan $ 708.000.000. Tiga bulan kemudian, Amelio mengundurkan diri dan Jobs mengambil alih sebagai CEO interim. Sekali lagi bertugas Apple, Jobs membuat kesepakatan dengan Microsoft untuk membantu memastikan kelangsungan hidup Apple. Dalam kesepakatan, Microsoft menginvestasikan $ 150 juta untuk saham minoritas nonvoting di Apple, dan perusahaan sepakat untuk “bekerja sama pada beberapa penjualan dan teknologi terdepan.” Selanjutnya, Jobs menginstal G3 PowerPC mikroprosesor dalam semua komputer Apple, membuat mereka lebih cepat daripada bersaing Pentium PC. Dia juga mempelopori pengembangan iMac, baris baru desktop rumah terjangkau, yang memulai debutnya pada Agustus 1998 untuk rave ulasan. Di bawah bimbingan Jobs, Apple dengan cepat kembali ke profitabilitas, dan pada akhir tahun 1998, membual penjualan sebesar $ 5,9 miliar.
 
Melawan segala rintangan, Steve Jobs menarik perusahaan yang ia dirikan dan mencintai kembali dari tepi jurang. Apel sekali lagi sehat dan berputar keluar jenis produk terobosan yang membuat nama Apple identik dengan inovasi.
 
Tapi inovasi Apple baru saja memulai. Selama dekade berikutnya, perusahaan terguling serangkaian produk revolusioner, termasuk pemutar audio digital portabel iPod pada tahun 2001, sebuah pasar online yang disebut Apple iTunes Store pada tahun 2003, handset iPhone pada tahun 2007 dan komputer tablet iPad pada 2010. Desain dan fungsi dari perangkat ini selaras dengan pengguna di seluruh dunia. Apple mengatakan telah menjual lebih dari 300 juta iPod, lebih dari 100 juta iPhone dan lebih dari 15 juta perangkat iPad. Perusahaan telah menjual miliaran lagu dari iTunes Store.
 
Meskipun keberhasilan profesionalnya, Jobs berjuang dengan masalah kesehatan. Pada pertengahan 2004, ia mengumumkan dalam sebuah email kepada karyawan Apple bahwa ia telah menjalani operasi untuk mengangkat tumor kanker dari pankreasnya. Pada bulan Januari 2011, setelah transplantasi hati, Jobs mengatakan ia mengambil cuti medis dari Apple namun mengatakan ia akan terus sebagai CEO dan “terlibat dalam keputusan strategis besar bagi perusahaan.”
 
 Delapan bulan kemudian, pada tanggal 24 Agustus, papan direktur Apple mengumumkan bahwa Jobs telah mengundurkan diri sebagai CEO dan bahwa ia akan digantikan oleh COO Tim Cook. Jobs mengatakan ia akan tetap dengan perusahaan sebagai ketua.
 
“Saya selalu mengatakan jika pernah ada datang suatu hari ketika aku tidak bisa lagi memenuhi kewajiban dan harapan saya sebagai CEO Apple, saya akan menjadi yang pertama untuk memberi tahu Anda,” kata Jobs dalam sebuah surat mengumumkan pengunduran dirinya. “Sayangnya, hari itu telah datang.”
 
Jobs pernah menggambarkan dirinya sebagai “harapan romantis” yang hanya ingin membuat perbedaan. Cukup tepat seperti pahlawan romantis pola dasar yang meraih kebesaran tapi gagal, hanya untuk menemukan kebijaksanaan dan kedewasaan di pengasingan, lebih tua, lebih bijaksana Steve Jobs kembali kemenangan untuk menyelamatkan kerajaannya.
 
Sumber :  http://ranosqupy.wordpress.com/